video..video...

Loading...

My site...cekidot... ^^

Saturday, August 29, 2009

RADIOLOGI THORAX DAN ABDOMEN

FOTO THORAX
Baca mulai dari tengah ke samping atau baca sebaliknya.
Cara baca jantung :
1. Ukur CTR
Syarat :
- Posisi harus PA
- Jarak sinar 1,8 – 2 m
- Inspirasi harus cukup dalam
- Costa harus simetris, tidak boleh ada kelainan tulang (scoliosis, kifosis, lordosis)

Beda foto PA & AP
PA
Clavicula lebih datar
Scapula di luar paru
Posisi pasien berdiri tangan dipunggung
AP
Clavicula lebih menukik
Scapula masuk ke paru
Posisi pasien tidur

Cara baca jantung
• Lihat proc transverses, tarik garis tengah lurus ke bawah
• Ambil 1 titik bagian jantung kanan paling jauh, lalu kemudian tarik garis tegak lurus ke garis tengah (C1)
• Ambil 1 titik bagian jantung kiri paling jauh, lalu tarik garis tegak lurus ke garis tengah (C2)
Thoracis
• Ambil garis horizontal yang menyinggung permukaan tertinggi diafragma kanan
• Ukur berapa berapa cm (C)
CTR = C1 + C2 x 100%
C
Anak < 14 tahun N 50-55%
Dewasa 50 %  suspect cardiomegali
>50%  cardiomegali

2. Kemudian lihat ARCUS AORTA
 30 tahun bandingkan dengan bagian bawah clavicula
N jarak 1-2 cm
< 1cm  elongation arcus aorta
 Untuk orang tua > 50 tahun
o Ambil garis tengah  ukur dari garis tengah ke lengkung aorta yang paling jauh
o Kalau >4 cm  elongatio arcus aorta
o Kalau ada elongatio arcus aorta, berarti ada hipertensi
o Elongatio arcus aorta baru dapat dinilai pada os >30 tahun
o <30 tahun tidak dinilai karena jantung masih turun

3. Lihat APEX CORDIS terjauh
o 1-2 cm di atas diafragma kiri
o Deviasi ada 2 : laterocaudal, laterocranial
 Laterocaudal : apex cordis tertanam dalam diafragma  dengan syarat CTR >50% atau <1cm  LVH
 Laterocranial : apex cordis di atas diafragma  >2 cm  RVH
Setelah itu lihat PARU-PARU
1. HILUS (kanan & Kiri)
 Merupakan tempat keluar A & V pulmonalis, kelenjar limfe
 Kesepakatan  lihat kanan, karena hilus kiri keluar ketemu tulang
 Cara ukur :
Tarik 2 garis sejajar hilus, kemudian tarik garis tegak lurus dengan garis sejajar tadi.
Dewasa : tidak lebih 16mm
Untuk anak :
 Jangan diukur  sulit
 Bandingkan dengan traches – harus lebih kecil atau sama dengan dari trachea
 Bila lebih besar  ada pembesaran kelenjar limfe di hilus  paling sering disebabkan oleh TBC
 Normal perbandingan hilus dengan diameter perifer tidak boleh lebih dari 1:5-7
 Bila lebih dari itu  tanda-tanda pulmonal hipertensi / inverted coma sign (hilus melebar)
2. Batas APEX
Apakah ada infiltara, kesuraman, perselubungan, konsolidasi
3. Corakan BRONCHOVASKULER
 Pembuluh darah berjalan bersama bronchus
 Bronchus infeksi  edema  pembuluh darah membesar juga
 Bila di daerah lapangan paru atas corakan bronchovaskuler meningkat  disebabkan oleh bendungan bukan oleh infeksi di daerah bronkus.

Kemudian lihat DIAFRAGMA & SINUS
 Normal inspirasi dalam  diafragma setinggi costa X belakang
Diafragma kanan lebih tinggi dari kiri karena di sebelah kanan terdapat organ padat sedangkan di kiri terdapat organ lunak  sehingga waktu inspirasi dalam, diafragma ditekan habis-habisan.
 Normal bentuk diafragma cembung, permukaan licin
 Sinus
Costophrenicus (lebih penting!!!)
Cardiophrenicus – sudut kadang tidak lancip terdapat pericardial fat (orang gemuk)
 Bila sudut costophrenicus tumpul pada posisi PA/erect  efusi sudah 100-150 cc
 Disebut phrenicus karena diafragma dipersarafi oleh N.phrenicus – cabang N.vagus
 Normal cairan pleura = 2 cc
Bila lebih dari 2 cc (mis 4 cc)  cara lihatnya, pasien dimiringkan / tiduran (LLD / RLD), arah sinar horizontal  terlihat bayangan opaque
 Bila paru kolaps  sinus jangan dinilai karena akan memberikan gambaran sudut tumpul (Pn.Th)

PLEURA
 Normal tidak bisa terlihat
 Pada keadaan tertentu, pleura visceralis bisa terlihat, bila terlihat maka harus disebut bagian distal dari pleura apa
 Dari pleural line apakah :
 Perselubungan homogen --. Efusi pleura
 Gambaran avaskuler  Pneumothorax

TULANG
SOFT TISSUE
Otot-otot (putih)  radioopaque
Lemak  radioluscent
 Emfisema subkutis terjadi akibat luka tusuk terbuka (berarti ada udara)  ada bayangan hitam di soft tissue
 Bila kena tusuk jarum, bisa menyebabkan pneumothorax  udara bisa masuk tapi tidak bisa keluar Emfisema subkutis

Posisi
1. AP
 Clavicula tidak selalu terbuka
 Fundus tidak ada udara karena pasien tidur  bila ada udara berarti pasien kembung
 Kerugian : jantung terlihat membesar, jantung tidak jelas dan sulit dinilai
2. PA
 Fundus selalu ada udara
 Arah sinar dari belakang
 Clavicula selalu terbuka

JANTUNG
3 PEMERIKSAAN : - Foto PA  CTR
- Cor analisa
- Echocardiography  bisa tau kekebalan otot&volume dr ruang
Foto Rontgen  tidak bisa lihat hipertrofi, tapi bisa lihat dilatasi

Pada posisi PA :
 Batas kanan : atrium kanan  batas sampai ada lekukan/pinggang yang diatasnya adalah vena cava.
 Setelah arcus aorta  ada tonjolan pertama yaitu segmen pulmonal
 Di atas ventrikel kiri  auricle (atrium) kiri

Tidak membentuk batas jantung :
• Ventrikel kanan (ada ditengah)
• Atrium kiri

ATRIUM KANAN
1. > 1/3 CD
2. < ½ CS

VENTRIKEL KANAN
Kelainan-kelainan :
• Apex deviasi ke laterocranial
• Mendorong ke kanan  gambaran double contour
• Mendorong ke depan  pada foto laetral >1/3 sternum
• Pinggang jantung mendatar
• Retrosternal space hilang (ruang di bagian depan jantung)  RVH
Tidak boleh >1/3 panjang sternum
Yang nempel di sternum adalah ventrikel kanan

ATRIUM KIRI
Kelainan-kelainan :
• Ke atas  mendesak bronkus kiri sehingga bronkus mendatar
• Ke samping kiri  membentuk batas jantung kiri
• Ke depan & ke kanan  gambaran double contour pada sebelah kanan  LAH
• Ke belakang  mendesak esofagus
 Tidak bisa dilihat
 Bisa dilihat dengan foto lateral  minum kontras

VENTRIKEL KIRI
Kelainan-kelainan :
 Bagian kiri jantung CTR >50%
 Deviasi ke laterocaudal : apex tertanam di bawah diafragma
 Ke belakang  menutupi columna vertebra
 Retrocardial space hilang (ruang di bagian belakang jantung) LVH

AORTA
 Elongatio arcus aorta  hati-hati!!!
 Kemudian lihat dalam arcus aorta  apakah ada kalsifikasi/tidak (Egg Shell)
 Elongatio  Hipertensi
 Elongatio + kalsifikasi  PJK
Baru dapat dinilai di atas umur 30 tahun karena <30 tahun jantung masih turun.

EISENMENGER COMPLEX
Oedem paru yang terjadi akibat kompensasi decompensatio jantung kiri --. Karena tidak ada kemampuan / daya pompa menurun, darah tertumpuk di jantung, vena pulmonalis terhambat, terjadi gangguan sirkulasi paru dan akhirnya terjadi udema.
Eisenmenger terdiri OA, VSD, RVH,MI
Bila terdapat decomp.kanan dan kiri  tidak ada udema  terjadi tidak ada udem anasarca dan udema paru.

TETRALOGI FALLOT
Terdiri dari :
 Overriding aorta (aorta bermuara di LV & RV)
 Pulmonal stenosis
 VSD
 RVH

HIPERTENSI JANTUNG
Bila ada hambatan pada A.pulmonalis  bendungan ke perifer  pada bronkitis kronik (dimana terjadi penebalan intima PD paru  lumen PD bertambah kecil  tekanan meningkat)
Bila ada hambatan A.pulmonalis  stenosis katup pulmonalis  terjadi hipertrofi  di foto tidak kelihatan, hanya bisa dilihat dengan echocardiography.
Bila hipertrofi  dilatasi  kelumpuhan otot jantung
Bila sampai dilatasi  cardiomiopati (jantung besar, bentuknya lebar, pinggang tidak jelas)
Bila ada pericardial efusi  pada auskultasi friction rub

Volume darah ke jantung bisa bertambah pada olahraga, kebocoran (ASD, VSD), insufisiensi.

Atrium kanan bisa dilatasi karena : insufisiensi trikuspid dan ASD
Ventrikel kanan bisa dilatasi karena : insufisiensi katup pulmonal dan VSD

o Mitral insufisiensi  Atrium kiri melebar  ventrikel kiri tidak melebar  Rheumatic fever
o Mitral Stenosis  atrium kiri dilatasi  penumpukan darah di atrium kiri  Bendungan  Tekanan vena pulmonalis meningkat  bendungan ke A.pilmonalis  tekanan A.pulmonalis meningkat  tekanan ventrikel kanan meningkat  hipertrofi ventrikel kanan  dilatasi  pinggang jantung mendatar  deviasi ke laterocranial
o Volume darah di A.pulmonalis kecil tapi tekanan meningkat sehingga dapat terjadi dilatasi.
Konfigurasi mitral  karena MI & MS
Konfigurasi aorta (boot shape = stenosis katup aorta)

THEMBAR SYNDROME (Hipertensi pulmonal) dapat :
o Inverted coma sign
o Elongasi arcus aorta

Aneurysma auricle/ atrium kiri dengan kalsifikasi  cukup berbahaya
Kalsifikasi di atrium  tidak berbahaya tapi bila kalsifikasi di ventrikel  berbahaya karena bisa pecah
Cor bounum = jantung besar --. DD/ dengan pericardial effusion  spt botol erlenmeyer

Jantung yang normal  Left configuration

PARU-PARU
Infiltrat :
o Bercak opaque
o Batas tak teratur
Konsolidasi :
o Lebih besar dari infiltrat
o Tumor / pemadatan jaringan / suatu massa
o Istilah ini lebih dihindari
Kesuraman / opacity :
o Infiltrat banyak dan padat
o Gambaran homogen tidak merata / tidak homogen
Perselubungan :
o Opaque semua
o Lebih homogen

Kelainan-kelainan tadi dilihat pada : apex, hilus, kedua apex patokan costae 1-2 (dewasa) di Indonesia kalau ada gambaran tersebut (infiltrat, konsolidasi, perselubungan) biasa disebabkan oleh proses spesifik, daerah perihiler, daerah peracardial, pleural line, diafragma, sinus.
Kondisi foto yang baik adalah apabila columna vertebra thoralis bisa terlihat sampai Th.IV

Kelainan-kelainan di paru
Misalnya ada kasus  hemithorax, putih semua, maka :
 Kita lihat mediastinum
 Mediastinum anterior : tidak diisi apa-apa kecuali perlekatan jantung
 Mediastinum medius : terdapat jantung, A&V pulmonalis, kelenjar limfe
 Mediastinum posterior : esofagus, aorta desc, aorta thoracalis, kelenjar limfe paravertebra

MEDIASTINUM
Kelainan mediastinum sup & inf
Gambaran konsolidasi
3T 1L : Tiroid, Timus, Teratoma, Limfoma

 Perselubungan homogen dihemithorax kanan/kiri  lihat mediastinum, trakea, sela iga pada daerah lesi tersebut misal : tidak tampak deviasi mediastinum dan trakea, sela iga tidak menyempit / melebar kesan : PNEUMONIA LOBARIS
 Perselubungan homogen hemithorax dextra  misal : mediastinum ke arah deviasi / lesi, sela iga relatif sempit pada daerah lesi  kesan : ATELEKTASIS
 Perselubungan homogen hemithorax dextra  mis : deviasi ke kontralateral, trakea deviasi ke kontralateral, sela iga melebar pada sisi lesi  kesan : EFUSI PLEURA, TUMOR

Efusi pleura :
• Eksudat : Pus – pyothorax, Darah – hemothorax, Cairan limfe – chylothorax
• Transudat – pleural effusion
Efusi pleura dapat disebabkan oleh :
1. infeksi paru oleh bakteri, virus, jamur
2. tumor paru
3. tumor mediatinum
4. metastasis
5. kelainan sistemik
• hambatan aliran KGB
• hipoproteinemia ginjal/hati
• kegagalan jantung
6. trauma kecelakaan/tindakan pembedahan
Efusi pleura
Posisi supine : perselubungan homogen di bagian distal dari pleural line
Posisi PA : garis ELLIS – DAMOISSEAU (MENISCUS SIGN)

BRONCHOPNEUMONIA
• Kesuraman di pericardial
• Khas : selalu diselingi daerah sehat
• Hilus lebar : DD/ cenderung proses sebagai causa TBC  pada anak
• Hilus tak melebar : DD/ proses spesifik  pada anak

ENCAPSULATED PLEURAL EFFUSION
• = efusi extrapleura
• Sejumlah cairan terkumpul setempat di daerah pleura / fisura interlobar, sering disebabkan oleh empiema dengan perlekatan pleura
• Ada garis pleura (yang merupakan batas antara lobus superior & medial)
• DD/ mesotelioma : untuk os yang lebih tua

BRONCHITIS
o Ciri khas :
1. peribronchial structure yang melebar
2. gambaran TREAM LINE APPEARANCE jalannya sejajar dan terus-menerus.
3. Ig A meningkat
o Gambaran bronchitis pada orang normal pun ada
o Corakan bronchovaskuler meningkat

EFUSI PLEURA
o Efusi dari kanan :
1. DHF
2. Pleigs syndrome
o Karena di kanan ada ductus thoracicus
o Efusi bisa mendorong mediastinum
 Normal corakan bronchovaskuler bagian sepi > sepi dari pada bagian bawah

 Corakan bronchovaskuler meningkat :
 Kiri terdapat gambaran vaskuler / ke tepi atau
 Didaerah atas juga ada
 Diameter bagian bawah lebih lebar
 Corakan bronchovaskuler kasar  dimana gambaran tidak sampai ke tepi tapi besar-besar

SEFALISASI / CRANIALISASI
 Di daerah proximal hilus, corakan bronkovaskuler lebih banyak & diameternya lebih lebar daripada yang dibawah
 Sesuai gambaran OEDEMA PARU

OEDEMA PARU
 Sefalisasi/ cranialisasi
 Kadang kekasaran bonchovaskuler tidak begitu jelas tapi ada kesuraman yang dimulai dari suprahiler, hiler, paracardial sedangkan bagian tepi bersih = BAT WING APPEARANCE
 Terdapat gambaran GARIS KERLEY (garis-garis sejajar – hilang dalam 24 jam)
 Udem paru
Vaskuler  titiknya besar
Intersttial  titik-titiknya kecil, terlihat seperti kesuraman.
 DD/ = BP; pem penunjang : echocardiografi

KP
• Tampak infiltrat di apex kanan & kiri  proses spesifik (dewasa)
• TBC MILIER : gambaran milier di seluruh lapangan paru tapi tepi bersih, kalau terdapat gambaran milier sampai tepi paru  curiga keganaasan
• ADVANCE TBC
o Gambaran multikistik + gambaran infiltrat
o Sinus tumpul
• Proses TBC dikatakan tenang apabila :
o Pada dewasa : terdapat jaringan fibrotik
o Pada anak : kalsifikasi
• Jika infiltrat ada di basal  jangan disebut KP
• Khas : BUBOECTASE  pembesaran kelenjar limfe di leher menyerupai kalung
• Pemeriksaan anjuran : foto TOP LORDOTIC  untuk melihat apex paru apakah terdapat infiltrat / tidak

Gambaran lubang
o Kecil : kistik
o Besar :
• Cavitas
 Dinding tebal, tidak ada isinya
 Tapi kadang-kadang ada isinya = FUNGUS BALL
 Kalau cavitas kecil-kecil dan banyak disebut HONEY COMB APPEARANCE tebal dinding 2mm, diameter lumen minimal 5 mm

ABSES
 Dinding > tebal dari bleb, di dalamnya ada air fluid level
o Lebih besar : bleb  dinding tebal, lebih besar dari abses, ditengah kosong
o Lebih besar lagi : bulla  dinding tipis tapi besar, di tengah kosong, alveolus pada pecah
BLEB dan BULLA  kelainan congenital ; sering menyebabkan PNEUMOTHORAX SPONTAN

MULTIPLE KISTIK LESION
o Ukuran lebih besar dari honey comb appearance
o Bila terdapat multiple kistik lesion tapi tidak ada air fluid level = Honey Comb Appearance / Bronchiectasis (dinding2 tebal)

INFECTED BRONCHIECTASIS
Multiple kistik lesion dengan air fluid level
DD/ Bronchiectasis :
o Kistik lung disease – dinding tipis, gambaran spt busa-busa
o WAGENER GRANULOMA – dinding tipis
POLIKISTIK PULMONUM – bawaan lahir
Kalau terdapat suatu konsolidasi / tumor pada 40 – 50 tahun curiga suatu keganasan
Tapi bila di bawah 40 tahun  belum tentu merupakan suatu keganasan

COIN LESION
o Kalo terdapat coin lesion – harus dinilai tulang-tulangnya  destruksi / tidak
o DD/ : tuberculoma, artefak, limfoma
o Usul : bila mungkin, foto lateral thorax
o Pemeriksaan anjuran : CT-scan Thorax

INFILTRAT
 Titik kecil, batas tidak jelas, tidak ada hubungan dengan vaskuler
 Berisi cairan / darah / nanah yang mengisi parenkim paru
 COTTON BALL APPEARANCE
 Gambaran lebih besar dari infiltrat
 Berupa infiltrat kasar
 Boleh disebut juga infiltrat
 Daerah sekitarnya bersih

KONSOLIDASI
 Pemadatan, batas bisa jelas, bisa juga tidak
 Kesan : suatu tumor
 Lihat daerah soft tissue, kalau bengkak juga curiga LIPOMA  DD/ neurofibromatosis
 Kalau Cuma ada di lapangan paru saja DD/ dengan coin lesion, Lipoma
 Suatu tumor bila makin ganas  batas semakin tidak jelas

KESURAMAN
 Gambaran lebih padat dari infiltrat
 Pada orang dewasa  kadang terdapat kesuraman di lapangan paru bawah kanan karena M.pectoralis mayornya membesar  pada orang yang biasa pake tangan kanan
 Terdapat pada oedema paru
 DD/ BP

Gambaran metastase pada paru :
o BP
o Efusi Pleura
o Milier
 Gambaran infiltrat di seluruh lapang paru sampai ke tepi ; ada jaringan fibrotik / tuberculoma
 Metastase milier  gambaran infiltrat tidak sampai ke tepi, tepi > bersih, >aktif di tengah
o Cotton Ball
o Coin lesion
o Limfangitis carcinoma
 Gambaran infiltrat seperti sinar matahari : SUN RAY APPEARANCE

BRONCHOGENIC CA – tipe small cell
 Bisa menyebabkan VCS syndrome  gambaran di arcus aorta
 DUMBLE SHAPE APPERANCE (khas)

TUMOR-TUMOR MEDIASTINUM
3T 1L : Tiroid, timus, teratoma, limfoma
 Timus besar  terdapat gambaran cell sign  pada anak-anak.
 Teratoma  didalamnya bisa berisi rambut, tulang  ada kalsifikasi
 SILUET SIGN (+) : kelainan bisa di depan / belakang dengan organ yang berdekatan.
 SILUET SIGN (-) : kelainan berhimpit/ berasal dari organ yang bersangkutan.
 Kalau berhimpit  berarti berasal dari mediastinum medius
 Kalau yang berasal dari jantung  aneurysma  ada kalsifikasi pada VCS
 Siluet Sign  pada foto PA, kita harus membedakan batas-batasnya.

VCS SYNDROME
 Tampak gambaran di arcus aorta

ATELECTASIS
 Kalo lobus kanan superior atelektasis :
o Gambaran melengkung ke atas
o Biasanya trakea tertarik
o Intercostal space menyempit
 Kalo atelektasis segmen posterior lobus superior  tidak menarik trakea
Sedangkan atelektasis segmen anterior  bisa menyebabkan trakea tertarik

BRONCHIECTASIS
o Ada 3 tipe : kistik, fusiform, silindrikum
o Honey Comb Appearance
o Pemeriksaan anjuran : BNO, CT-scan, foto sinus paranasal, Bronchografi

SINDROM KARTAGENER
1. situs inversus
o Total
o Parsial jantung di kanan
2. bronchiectasis
3. sinusitis
Lawan dari situs inversus  SITUS SOLITUS = hepar terletak di tengah-tengah

PNEUMOTHORAX
o Bagian distal dari pleural line terdapat gambaran avaskuler
o Sela iga menjadi lebih besar
o Terdapat udara dalam rongga paru
o Etiologi :
1. spontan
• sobekan subpleura dari bulla
• trauma tertutup terhadap dinding & fistula
• bronchopleura akibat neoplasma / inflamasi
2. luka tusuk/pneumothorax disengaja (artificial)
3. masuknya udara melalui mediastinum  trauma pada trachea dan esofagus, misalnya : endoskopi / benda asing tajam tertelan / keganasan dalam mediastinum
4. udara dari subdiafragma : robekan gaster akibat trauma / abses subdiafragma / dengan kuman pembentuk gas

TENSION PNEUMOTHORAX
Udara yang semakin bertambah dan tidak bisa keluar sehingga mendesak mediastinum dan paru yang sehat (inervasi)  saat pernafasan sangat terganggu

Penebalan pleura  pada penyakit pleura menahun : pleuritis & pneumothorax menahun
Di pleura terjadi penimbunan jaringan ikat, bahkan kadang-kadang mengalami kalsifikasi (SCHWARTE) gambaran rontgen  garis-garis densitas tinggi yang tak teratur / kalsifikasi.

PANCOAST TUMOR
• Konsolidasi / perselubungan di apex
• Destruksi costa 1,2
• Pemeriksaan penunjang : CT-scan, Thorax untuk mengetahui stadium
• DD/ dengan : bronchogenic Ca, tuberculoma, proses spesifik, fungus ball

INVERTED S SIGN
Atelektasis + tarikan trakea  tumor yang menekan (tumor bronchogenic disekitar bronkus kanan)
DIAFRAGMA
• Congenital : kelainan saraf, otot diafragma
• Perbedaan diafragma kanan & kiri tidak boleh lebih dari 1 intercostal space

PARALISE DIFRAGMA
Gerakan paradox : sisi yang sehat saat inspirasi menurun, sisi yang sakit menurun.

EVENTERATIO
Kelumpuhan otot diafragma sedangkan N.phrenicus baik sehingga pada foto terdapat gambaran tonjolan dari perifer.

LUBANG pada diagfragma (N tertutup rapat)
• Hiatus aorta
• Hiatus oesophagus
• Hiatus v.thoracalis, v.abdominalis

Untuk foto diafragma : PA & lateral
Untuk anak-anak : foto keseluruhan thorax & abdomen : BABY GRUMP

HERNIA DIAFRAGMATICA
Biasanya congenital
Borhdalek : belakang kiri, Morgagni : depan kanan

TENTING DIAFRAGMA
Diafragma tertarik ke atas, biasa bekas pleuritis
Diafragma saling tindih (2 tingkat)  akibat cetakan dari hepar, apakah ada tumor / abses
Diafragma batasnya samar / kabur : Efusi dan pneumonia di bagian bawah = Pleuropneumonia

PLEUROPNEUMONIA
• Ada perselubungan di mana diafragma tidak bisa dinilai
• Gambaran kalsifikasi dari pleura
• Garis ellis tidak jelas

Efusi pleura
DD/ Hemothorax, chylothorax
Pem anjuran : foto thorax lateral

Batuk darah + sputum berbau = abses paru, bronchiectasis

Tn. A 40 tahun (RSBY) : gambaran multikistik di perihiler & paracardial kanan&kiri dengan gambaran air fluid level
D/ infected bronchiectasis duplex  th/ spesifik
DD/ kistik lung disease, wagener granuloma
Pem anjuran : bronchografi, CT-scan

Pancoast tumor  destruksi costa 1,2
DD/ broncogenic Ca, tuberculoma, proses spesifik, fungus ball

Bila ada elongasi, hilus tak bisa dinilai, trakea tertarik, inverted S sign (konsolidasi)  maka :
D/ Bronchogenic Ca
DD/ pneumonia lobaris, limfoma, tuberculoma
Pem anjuran : Foto thorax lateral, CT-scan

Pasien datang dengan keluhan nyeri dada kiri pasca trauma / setelah batuk-batuk keras :
Pleural line dengan avaskuler dan di sinistra ada gambaran...
Maka ;
D/ pneumothorax lobus inferior sinistra
Pem anjuran : foto torax lateral kiri

Pasien wanita batuk keras & nyeri dada kiri
X foto thorax AP
Cor:
• Tidak bisa dinilai
• Mediastinum deviasi ke kanan
Pulmones :
• Hilus tidak bisa dinilai
• Trakea terdorong ke kanan
• Gambaran konsolidasi dari kanan
• Gambaran kistik
• Pleural line sinistra dengan gambaran avaskuler di sebelah distal
Kesan :
Cor : tidak bisa dinilai
Pulmo : pneumothorax sinistra, proses spesifik aktif dextra
DD/ : spontan pneumothorax, traumatic pn.th, agenesis paru.
Pem anjuran : foto thorax LLD

Pulmo :
• Bulla di apex sinistra
• Infiltrat di apex dextra, perihiler, paracardial
• Corakan bronchovaskuler meningkat
Kesan : sesuai gambaran proses spesifik aktif dextra dengan bulla di apex sinistra
DD/ proses spesifik dengan bleb; proses spesifik dengan pn.th apex dextra

Pasien dengan nyeri dada kanan pasca trauma
X foto thorax PA
Cor : besar, bentuk dalam batas normal
Pulmo :
• Hilus tidak melebar
• Trakea terdorong ke kiri
• Gambaran pleural line dextra dengan gambaran avaskuler di bagian distal
• Tampak kesuraman diparu kiri
• Gambaran multikistik dari perihiler dan paracardial kiri
Diafragma / sinus : tidak bisa dinilai
Tulang : Pn.th destra ec traumatik, gambaran bronchiectasis dengan KP, emfisema subkutis dengan kerusakan soft tissue
Pem anjuran : bronchografi, foto sinus

Sinar X-foto thorax :
Cor : tidak bisa dinilai
Pulmo :
• Hilus tidak melebar
• Corakan bronchovaskuler meningkat
• Pleura tidak tampak kelainan
Diafragma / sinus : tak tampak kelainan
Tulang :
Multiple kistik lession (punch out lession) di hampir seluruh costa
Destruksi pedicle cervical ke-7 sinistra
Kesan :
Tulang sesuai gambaran multiple myeloma  protein bence jones (+)
DD/ fractur tulang patologis
Metastase
Pem anjuran : bone survey
Bone scan tidak dilakukan karena multiple myeloma tidak kelihatan pada coz tidak ada osteoblast.
Kalau myeloma single = Plasmositoma
bone scanning  suntik DTPA  hiperaktivitas  berarti ada osteomielitis

KP
• Cavitas diafragma
• Tenting diafragma
• Corakan bronchovaskuler kasar
• Fibroinfiltrat di apex
• Pemeriksaan anjuran : foto top lordotik

Infark paru sulit dinilai karena keterangan klinisnya tidak ada, disebabkan oleh : traumatis dan corpus alienum  menyebabkan penyumbatan pada salah satu pembuluh


TRACTUS DIGESTIVUS
Mulut (cavum oris)  farings  epiglotis (dipersarafi oleh saraf otonom )  esofagus  cardia  fundus (sering terjadi Ca)  gaster (fundus ; antrum ; pilorus ; antrum piloricua – pada OMD seperti payung)  duodenum (pars asc; desc; transvesum)  jejenum  ileum  caecum  colon asc  flex hepatica  colon transversum  colon desc  sigmoid  ampula recti  rectum.

Kelumpuhan pseudobulbar diotak  disharmoni epiglotis sehingga untuk minum  menutup ke esofagus bukan ke trakea  ampula vateri  muara dari ductus choledochus yang masuk ke duodenum  sering terjadi Ca  HIRSCHPRUNG  pada anak-anak  dengan rectal toucher  feses langsung nyemprot.

RONGGA MULUT
Dibagi menjadi mekanik dan kimiawi.
Kelenjar ludah ada 3 pasang :
1. parotis : saluran panjang, banyak terdapat kelainan (ductus stensoni)  parotitis epidemica / mumps.
2. Submandibula  panjang, banyak terdapat kelainan (ductuc WHARTONI)
Keduanya bernuara di premolar 2 atas bawah.
3. sublingual  saluran pendek tidak banyak kelainan
Ductus normal tertutup, letak di dasar lidah.
Cara lihat ductus, lidah dikesampingkan  teteskan jeruk sama  muara ductus terbuka  masukkan wing needle yang ditumpulkan  semprot kontras 2 cc  foto AP & lateral  jadi gambaran kelainan yang normal seperti pohon.

Kelainan-kelainan
1. sialodenitis kelenjar submandibula  peradangan / kebocoran kelenjar
2. dinding ductus whartoni iregular  infeksi
3. sialektasis  gambaran buntil-buntil  terdapat pelebaran.
4. sialoktiasis  disebabkan oleh batu
5. sialografi  untuk melihat peradangan, obstruksi klinis, tumor

OESOFAGUS
Normal gepeng, tidak berisi udara
Foto posisi AP dan lateral
Kelainan kongenital :
1. Obstruksi
2. Tracheabronchus fistel (ada 4 tempat)  valvula, tiroid, arcus aorta, fundus gaster.
3. Achalasia
Kelainan :
1. Oesofagitis
2. Varises esofagus
3. Tumor esofagus  intra/ekstraluminer
4. Corpus alienum : logam, biji-bijian, tulang ayam

Oesophagogram : single contrast atau kontras positif  BaSO4 1:1
Valecula – tembolok pada burung  sisa makanan bisa terkumpul di daerah oesofagus  HALITOSIS.

ACHALASIA
• Penyempitan di daerah cardia
• Mouse Tail Appearance
• Hampir sama dengan kelainan hirschprung / megacolon congenital
• Bisa terjadi obstruksi karena kelainan plexus mesentericus auerbach

DIVERTIKULUM MAECKEL
• Gambaran seperti payung
• Bisa kongenital / tidak
• Traction (desakan dari luar) & paltion (desakan dari dalam)
• Keduanya melebar

TUMOR
Bila kontras diminum akan tertahan
Intraluminer SHOULDER SIGN / APPLE CORE
Ekstraluminer: desakan dari luar
Tipe schirrus  menjepit

OESOFAGUS
• Gambaran COBLE STONE
• Terdapat juga pada Sirosis Hepatis : pembesaran vena-vena kolateral di oesofagus sehingga mudah pecah

LAMBUNG
o Foto OMD : posisi AP & lateral
o Idealnya : plate fluoroscopy
o Double contras
i. BaSO4 diencerkan 1:4 kemudian diminum
ii. Udara  dengan mencampur NaCO3 & as. Sitrat menghasilkan gas CO2 atau dengan minum bahan effervescent ENU (penghasil gas)  paien berdiri.
o Normal : pilorus di atas, fundus lebih ke bawah belakang.
o Waktu supine  fundus terisi oleh kontras
o Waktu pronasi  fundus tidak terisi oleh kontras
o Gambaran 3 lapis / TRIPLE SHADOW = luscent – opaque – lebih opaque  menunjukkan adanya hipersekresi  gastritis ulcus / tumor
o HOUR GLASS = gambaran Ca lambung
o Hipersekresi  tidak selalu gastritis
o Pada gastritis  bisa ada hipersekresi cairan lambung
o Gambaran CASCADE bertingkat karena ada lekukan  normal cairan kontras menurun semua  tumor gaster corpus
o Tumor ganas : banyak di curvatura mayor
o Tumor jinak : banyak di curvatura minor.
CONGENITAL
o Stenosis pilorus : SINGLE BUBBLE APPEARANCE / BASKET BALL SIGN
o Atresia duodenum : waktu lahir perut kembung, kalau makan muntah proyektil = DOUBLE BUBBLE APPEARANCE

ULCUS
o Paling sering dicurvatura minor
o Kalau ada di curvatura mayor  hati-hati Ca !
o Biasanya bergaung
o Untuk lihat ulcus, harus dilihat dari dua arah :
i. En Face : dari muka / depan  gambaran TARGET SIGN, menunjukkan ulcus yang aktif karena ada oedematous.
ii. En profile : dari samping terlihat seperti paku
o STAR FORMATION : menunjukkan ulcus yang sudah lama / kronis. Dimana masih ada proses aktif
o Ulcus kronis : tidak ada oedematous lagi
o Ulkus ganas : COG WHEEL SIGN  dilihat secara enface

USUS HALUS
o Pemeriksaan follow through : minum kontras encer 1 : 6-8
o Yeyenum  daerah kiri atas normal  terdapat plica semicircularis
o Ileum  daerah kanan bawah
o Bila ada kelainan di usus halus  maka masa absorpsi terganggu.
o SPRUE SYNDROME = anak-anak dan dewasa sering mencret, ada anemia gravis / ganas
o Ileum = valvula coniventes  dinding luar usus lurus  yang masuk mukosanya saja. Beda dengan haustrae, dinding luar usus masuk

APPENDYCOGRAM  minum contrast
o Normal  8-10 jam kontras sudah isi ke colon
o Pada orang kurang olahraga, pasase kolon lambat 10-12 jam
o (+) : kalau kontras mengisi semua, tidak ada filling defect, dinding licin
o (-) : tidak mengisi sama sekali atau isi hanya parsial, menunjukkan adanya appendicitis

Anus imperforata  posisi Wangenstein

Perbandingan antara ampula vateri dengan bagian rectum terbesar pada foto lateral  bila lebih dari 1 : 2  signifikan HIRSCHPRUNG disease

o 3 posisi = supine, erect dan LLD  untuk pindah dari 1 posisi ke posisi lain butuh waktu 10 menit
o Tujuan 3 posisi :
1. untuk melihat adanya ileus  gangguan pasase usus
2. untuk melihat adanya perforasi

Ileus terbagi :
1. Obstruktif
o Letak tinggi : distensi usus halus, usus besar tidak ada distensi, kadang berisi udara
o Letak rendah : usus besar melebar, begitu juga usus halus
Letak tinggi  INVERTED U SIGN : pelebaran usus besar disertai multipel air fluid level
HERING BONE / STEP LADDER : kalau pelebaran besar tanpa disertai multipel air fluid level = METEORISMUS
2. Paralitik
o Sulit di DD/ ileus letak rendah karena keduanya distended
o Semua usus melebar tapi dindingnya lembek
o Untuk usus halus  kalau diukur panjang air fluid level > dari 2,5 cm

Invaginasi bisa jadi ileus :  paling bahaya  dalam 24 jam bisa nekrosis
COIL SPRING APPERANCE
Pada orang normal juga ada multiple fluid level tapi tidak boleh lebih dari 6.

PERFORASI
o Bisa menjadi PNEUMOPERITONEUM
o D/ ditegakkan kalau ada salah satu tanda :
1. CUPOLA SIGN
Antara hati dan diafragma ada gambaran hitam (udara) berbentuk bulan sabit erect
2. RIGLERS SIGN
Udara di luar dinding usus sehingga dinding usus kadang bagian luar dan dalam kelihatan. Normal dinding usus tidak bisa dilihat
Syarat antara 2 lumen usus >4mm = menurut ESENBERGH
3. TRAPPED AIR
Udara yang terjepit di antara 2 usus  bentuk segitiga
Normal ada dalam saluran usus.

DD/ pneumoperitoneum
 Artificial  saat perforasi
 Usus pecah / perforasi
 Tertusuk
 Pertubasi tuba  tuba ditutup pake gas nitrogen
 Orogenital intercourse  vagina ditiup saat oral sex  kalau dilakukan pada saat haid  bisa mati karena terjadi emboli

Normal pada orang dewasa, gambaran udara hanya terdapat pada daerah :
1. fundus gaster
2. colon
3. rectosigmoid
normal tidak udara mengisi usus halus kecuali meteorismus & ileus

SENTINEL LOOP / localized adinamik ileus dan ileus yang setempat.

GASTER DILATASI
 Foto polos
 Ada air fluid level
 Distribusi udara dalam usus bisa dikatakan tidak merata bila usus tertekan ke bawah oleh hepar dan lien
 Bila colon transversum (intraperitoneal) terangkat  curiga ada massa
 Peritoneal fat line  kalau hilang, disebabkan oleh peritonitis
 Batas maksimum preperitoneal fat line lebarnya belum dapat ditentukan

PSOAS LINE
 Untuk lihat ada kelainan pada columna vertebra / ruang retroperitoneal
 Sebelah kanan lebih kabur
 Pada limfoma, abses ginjal, spondilitis TBC, neuroblastoma  psoas line membentuk fusiform / abses body / melengkung

CONTOUR GINJAL
 Merupakan jaringan lunak  tidak bisa dilihat
 Bisa kelihatan karena ada perirenal fat (luscent)
 Letak ginjal kiri lebih tinggi dari kanan
 Ukuran normal ginjal dewasa ♂ : 14-16 cm; ♀ : 12-14 cm. Berat : 625 gr. Bila > 14-16 cm  hidronefrosis
 Ginjal dikatakan membesar bila  >3½ corpus
 Setelah contour  lihat adakah gambaran batu opaque di ginjal dan ureter

URETER
 Berjalan di paravertebra
 3 titik penyempitan ureter :
• Penjepitan pada A.renalis
• Daerah iliaca
• Di ureterovesico junction
 Ureter dibagi 3 proximal, medius, dan distal
 Bila ada batu  usul foto IVP, USG
 Bila ada gambaran opague diregio ginjal  usul foto lateral  BNO, USG
 Kalau pada foto PA  ada gambaran opaque diregio ginjal  jangan langsung disebut nephrolith
 Pelvio calyces tercetak = STARHORN NEPHROLITHIASIS
 Bila ada batu di ginjal, gejala klinisnya :
Sakit
PF : Os disuruh duduk  ketok belakang  Flank Pain  (+) ada sensasi seperti tertusuk, os kaget.
 Bila batu di ureter, gejala klinisnya ;
- Sensasi rasa nyeri menyebar dari atas sampai bawah
- pada laki-laki  rasa sakit bisa sampai ke scrotum, wanita  sampai ke labia
 Bila batu di VU (vesicolithiasis)
- Sistitis : rasa sakit  mula-mula kencing sedikit perih, kemudian lancar  baru pas terakhir, baru terasa nyeri dan panas
- Uretritis :
 begitu kencing sakit langsung berhenti
 pada laki-laki  banyak uretritis karena saluran uretra lebih panjang
 pada wanita  lebih banyak karena uretra lebih pendek
 HONEY MOON SISTITIS  sistitis akibat coitus
 Sakralisasi = lumbal ada 4, L5 jadi sakrum.
Memiliki arti klinis  proc. Transversum bergesekan dengan os ileum  sakit  LBP
Spina bifida = LB
 Lumbalisasi = sakrum 1 jadi L6 (tidak ada arti klinis)

KELAINAN PADA FOTO BNO
 Untuk lihat translokasi IUD  BNO sonde
 Pneumonia duplex pada anak  bisa menyebabkan akut abdomen gambaran ileus paralitik, beda dengan ileus obstruktif letak rendah

FOTO CHOLESISTOGRAPHY
• Minum kontras telepaque (biligrafin) 6 gr  8 jam  foto, dimana biligrafin diresorbsi, garam-garam dipekatkan  batu cholesterol –radioluscent oleh karena itu harus pake kontras
• Gambar seperti masa faset   setelah itu kasih minum susu cream, roti tawar + mentega tebal, telor mata sapi  setelah makan pasien akan kesakitan  kemudian os difoto oblik.
• Sakit maag  lagi sakit minum susu  baik karena asam lambung dinetralisir
• Batu empedu  lagi sakit kasih minum susu  bisa muntah dan kesakitan
• Sakit maag dan batu empedu  dyspepsia
• CURVOIR SIGN (abses vesica felea) = waktu tarik napas  hepar turun  menekan v.felea  sakit

CHOLANGIOGRAPHY T-TUBE  secara op
• Tidak boleh dikasih minum susu
• Pasang selang T-tube dengan op  kemudian masukkan kontras biligrafin  foto oblik & AP
• CHOLANGITIS = dindingnya ireguler, ductus choledochus besar
• CHOLEDOCOLITHIASIS = batu di ductus choledochus
• CHOLANGIOLITHIASIS = batu di dalam saluran hepar
• Normal terlihat percabangan seperti pohon
• CHAPOGRAM = melihat A & V dorsalis penis  untuk lihat fraktur penis dan tidak bisa ereksi

DOUBLE CONTRAS
• Ca colon intraluminer
o Ada filling defect
o Tak menyebabkan obstruksi
o SHOULDER SIGN / APPLE CORE  tanda khas

• Ca colon extraluminer
o Pendesakkan 1 sisi bisa dari dinding usus bisa juga bukan
o Tanda ada gambaran SHOULDER SIGN

• Ca colon Schirus  lebih ganas
o Di masukkan kontras tidak bisa, begitu juga dengan udara
o Seluruh sisi menjepit / menekan dari 2 arah

• POLIP / SESSILE
o Tengah hitam, pinggirnya putih
o Ada filling defect
o Orang bisa mencret, perdarahan
o Lama-lama bisa jadi degenerasi ganas
o Benzidin test  TES DARAH SAMAR di feses

• COLITIS
o Gambaran haustrae tidak ada, dinding licin
o Anak-anak mencret
o Terapi antibiotik  sembuh.